PROFIL DAN RIWAYAT DESA SUKAMULYA KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA

PROFIL DAN SEJARAH BERDIRINYA DESA SUKAMULYA


KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA
Semakin dalam kita mengetahui Sejarah suatu desa maka akan semakin baik Visi dan misinya
semoga bermanfaat
Jika merasa mendapatkan manfaat dari Informasi ini, maka kami siap Menerima bentuk Bantuan apapun, demi Kebaikan Lembaga Pendidkan di Madrasah Aliyah Nurussyahid Kertajati 
Silahkan Donasi ke Rekening BSM an. Yayasan Nurussyahid Kertajati Majalengka 
No: 7087651888
 Kantor Kepala Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka

Foto Masjid Jami Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka



1.        Nama Desa          : SUKAMULYA
2.        Berdiri Tahun        : Tanggal 20 Mei Tahun 1963
 Bupati Majalengka Bapak Sutisna atas nama Gubernur
dengan SK Gubernur tanggal 27 Maret 1963
 Nomor: 307/17/YREG.3/GDKUD/II/1963.
3.        Visi & Misi                        : “MEWUJUDKAN DESA SUKAMULYA YANG  SEMANGAT,  ISLAMI,
                               PEDULI, PEMBERDAYAAN DAN  MENINGKAT“SIPPM”
Penjabaran makna dari VISI Pemerintah Desa Sukamulya tersebut adalah sebagai berikut :
Semangat         : Mengandung makna suatu kondisi kehidupan masyarakat Desa Sukamulya yang penuh dengan Rasa Semangat perjuangan membela desanya dengan cara menyumbangkan ide kretifitas secara imateril dan penuh dengan keingin tahuan dan keikutsertaan atas segala program yang dicanangkan Desa.
Islami                : Mengandung makna suatu kondisi kehdupan masyarakat Desa Sukamulya yang penuh dengan Rasa Toleransi Antar Umat Beragama Dengan Mengesampingkan Ras Dan Golongan Serta Mempunyai Landasan Spiritual Yang tinggi Dalam Hidup Ber Bangsa Bernegara Serta Beragama Sebagai Mahluk Sosial.
Peduli      : Mengandung makna suatu kondisi kehdupan masyarakat Desa Sukamulya yang penuh dengan kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam menghadapi dan melaksanakan berbagai aktifitas kehidupan menuju perwujudan kesejahteraan dan kemandirian.
Pemberdayaaan  : Mengandung makna suatu kondisi kehidupan masyarakat Desa Sukamulya yang dapat hidup saling menghormati dan menghargai dengan penuh cinta kasih sayang sehingga terwujudnya suatu kondisi yang aman dan tentram dengan dilandasi rasa silih asah, silih asih dan silih asuh.
Meningkat    : engandung makna bahwa tatanan kehidupan masyarakat Desa Sukamulya  berada dalam tatanan penghidupan yang cukup baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik dan secara terus menerus berubah kearah yang lebih maju serta tanpa kebergantungan kepada pihak-pihak lain.

Penjabaran makna dari Misi Pemerintah Desa Sukamulya tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Meningkatkan pembangunan infrastruktur perdesaan sebagai pendukung terhadap peningkatan sosial budaya dan perekonomian masyarakat.
2.      Meningkatkan kehidupan beragama yang berkualitas yang diimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari.
3.        Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan aparatur dan permudahan birokrasi.
4.        Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan partisipasi dan pemberdayaan.
5.        Meningkatkan tarap kehidupan masyarakat melalui peningkatan perekonomian, pendidikan dan kesehatan yang merata.

4.             Luas Wilayah  Desa                   :  730.75 Ha
Lahan Sawah
618.26
Lahan Ladang
71.42
Lahan Perkebunan
23.94
Lahan Peternakan
0
Lahan Hutan
0
Lahan Waduk/ Situ/ Danau
0
Lahan lainnya
17.13
5.             Alamat lengkap Kantor desa    : Jalan.Bantarjati – Sukamulya  No.251

6.             Batas wilayah desa                   : - Sebelah timur          : Pasindangan
: - Sebelah barat         : Kertasari
: - sebelah utara          : Biyawak
: - Sebelah selatan      : Kertajati
2.      Jumlah total penduduk                        :  2.200 jiwa, Terdiri dari
   Laki-laki       1048  orang 
   perempuan   1152 orang

3.      Riwayat  Sejarah Desa Sukamulya                           :
            Pada tahun 1930 atas inisiatifnya paduka tuan Residen Cirebon (Van Der plas) dengan Tuan Lamp Indramayu yang berkedudukan di Majalengka,waktu itu mereka mengadakan perundingan yang bertujuan memindahkan orang-orang yang dipandang menderita kehutan Sukaresmi, Komplek Sukajaya satu sama lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menderita.
          Kemudian kedua belah pihak telah mendapat kesepakatan dengan masing-masing bertujuan sebagai berikut :
-     Dari pihak Residen mengharapkan supaya rakyat tadi dapat bercocok tanam sebagai bahan hidup selamanya
-     Dari pihak kehutanan,selain rakyat bercocok tanam supaya dapat pula memelihara kehutanan dan akan diberi pekerjaan yang layak pula akan diberi upah semestinya
-     Akhirnya Paduka Tuan Residen Cirebon, memerintahkan kepada Bapak Bupati Majalengka ( Bapak Hamdani ) supaya diadakan musyawarah tersebut.
     Pada tahun 1931 Kanjeng Dalem Majalengka (Bapak Hamdani) Asisten Wedana Jatitujuh Bapak Gondokusumo dan pegawai Kehutanan berikut 56 KK dipimpin oleh Wasnita CS melakukan pembongkaran hutan Sukamulya yang dikerjakan siang malam pohon besar kecil ditebang sehingga banyak yang korban karena hutan Sukamulya itu hutan belukar banyak hewan-hewan buas dan sebagainya yang mempengaruhi jiwa manusia.
 Akan tetapi oleh karena manusia wisesa sekali pun demikian berkat ketabahab hati dengan susah payah ternyata hutan Sukamulya itu bisa menjadi tanah ladang dan bisa diduduki oleh rakyat sebanyak 56 KK, sekali pun waktu itu bukan sedikit memakan banyak biaya dan tenaga
Waktu itu hutan Sukamulya sudah merupakan satu kampung yaitu Kampung Sukamulya termasuk bawahannya Desa Pasiripis yang kapala desanya waktu itu saudara Tamid dan Asisten wedananya Bapak R.Gondokusumo.
Kemudian setelah itu berturut-turut tahun demi tahun membuka hutan yang susahnya sama dengan hutan Sukamulya yaitu:
      Tahun 1932 membuka hutan Sukajaya yang dipimpin oleh SAMSI
      Tahun 1933 membuka hutan Sukajaya yang dipimpin oleh ARMAWI CS
      Tahun 1934 membuka hutan Sukajaya yang dipimpin oleh Sdr.SUBA
      Tahun 1935 membuka hutan Sukajaya yang dipimpin oleh Sdr.SAMA
      Tahun 1936 membuka hutan Sukajaya yang dipimpin oleh Sdr.SUDAWI
      Tahun 1937 membuka hutan Sukajaya yang dipimpin oleh Sdr.MARKUM
      Tahun 1938 membuka hutan Sukajaya yang dipimpin oleh Sdr.SATRA
Setelah selesai membuka hutan Sukaresmi Komplek Sukajaya tampak masing-masing menjadi kampung dan pada waktu itu rakyat sudah terhindar dari segala kesengsaraan.
Hanya berhubung tanah tersebut tanah kehutanan dan kampung baru maka masih termasuk Desa Pasiripis, Bantarjati Lord an Palasah. Adapun kehidupan masyarakat waktu itu setelah Lima-Enam tahun lamanya menggarap tanah keadaan subur, begitupun tanaman lainnya seperti palawija, buah-buahan, ternak mengalami perkembangan baik.
Pada tahun 1947 kampung tersebut kedatangan pegawai-pegawai RI dan tentara Grilya yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda seperti :
1.      Bpk. MURSID Bupati Kepala Daerah Indramayu
2.      Bpk. FIRMAN Wedana Jatibarang
3.      Bpk. SUMARSO KDH Indramayu
4.      Bpk. SUMARYO Kepala Stasiun Jatibarang
5.      Bapak ABDUL WAHAB
6.      Bapak KREBET dari Grilya
7.      Bapak SALIM dari Grilya
8.      Bapak MAYOR SENTOT dari Grilya
9.      Bapak MAYOR RIVA’I dari Grilya
10. Bapak MAYOR SAFE’I dari Grilya
  Masyarakat kampong tersebut menyambut baik kedatangan petugas petugas itu dan mereka secara spontan memberikan bantua moril maupun materil. Adapun kegiatan-kegiatan di kampong tersebut tentara Grilya dan pegawai RI mengadakan aksi penculikan kepada Kuwu-kuwu dan mata-mata yamg membantu Belanda masuk ke kampong Sukamulya langsung ditangkap dan diperiksa.
    Pada waktu Belanda mengadakan agresi banyak penduduk kota yang mengungsi ke kampung dan masyarakat kampumg bukan sedikit mencurahkan tenaga dan hartanya kepada pengungsi tersebut.
Pada tahun 1949 kampung-kampung tersebut ditetapi oleh Gerombolan DI/TII yang di pimpin oleh Sdr. Danu sehingga rakyat kampung banyak yang korban oleh Gerombolan karena tidak mau menyediakan makanan dan tempat untuk mereka seperti contoh Pak Atma dan Guru Cibenda dibunuh oleh Gerombolan.

Pada tahun 1951 kekacauan makin memuncak pada waktu itu Bapak S. Jatiatmaja selaku Asisten Wedana Jatitujuh dan Tentara Bataliyon 511 Brawijaya membubarkan secara serentak sehingga banyak rumah-rumah yang di bakar rakyatpun banyak yang korban karena dihantam  kedua belah pihak, waktu siang dihantam Tentara dan malam hari dihantam oleh Gerombolan akhirnya banyak rakyat yang di tembak banyak rumah yang dibakar dan meninggalkan kampung secara terpaksa.
Kekacauan sudah tidak bisa di atasi maka masyarakat kampung menguasai ke lain desa  seperti, ke Desa Beber, Bongas, Lojikobong, Gadel, Bodas dan lainnya.
       Dengan akibatnya kebanyakan pengungsi maka pada tahun 1952 di Desa Lojikobong di landa bahaya kelaparan karena pengungsi itu bukan saja dari kampung Sukaresmi komplek Sukajaya saja akan tetapi dari Balokguyang, Cimidel, Kedung Maung, Kedung Mulya, Surapago dan Surapenjalin.
Sehubungan adanya demikian Bapak Bupati Nur Atmadibrata menegur Bapak Asisten Wedana S. Jatiatmaja dengan mengeluarkan surat No. A./6483/I/1952 perihal nasib rakyat pengungsi harus diperhatikan, karena:
 “ Rakyat banyak yang sulaya, rakyat banyak yang menderita karena tidak punya mata pencaharian rakyat banyak yang mati karena kelaparan. Rakyat ada yang mati akibat ingat harta kekayaannya yang di tinggalkan karena pada tahun 1954 kekayaan yang di tinggalkan di ganggu oleh orang-orang tetangga desa”.
      Pada tanggal 10 pebruari 1956 bekas Lurah Kampung yang dibubarkan seperti Ki Sakem, Ki Salim, Ki Satra, Ki Wasnita, Ki Awinta, Ki Sudawi, Ki Surba, Ki Markum, Ki Iman, dan Ki Wasni sambil lesupayah datang kepada Sdr. Kasman karsoeno yang bermaksud  minta pertolongan agar tanah-tanah yang ditinggalkan supaya bisa kembali dan menjadi tanah milik. Dengan adanya demikian masing-masing member kuasa yang ditulis diatas segel kepada Sdr. Kasman karsoeno.
     Tanggal 15 Pebruari 1956 Sdr. Kasman karsoeno dengan surat kuasanya menghadap Bupati Majalengka Bapak Nur Atmadibrata yang maksudnya melaksanakan pemerintahan rakyat tadi.
     Hari Minggu, tanggal 04 Maret 1956 Bapak Ali Arham Asisten Wedana dan Kepala Polisi Negara Bapak Wahyu mengatakan supaya rapat digagalkan, akan tetapi Pak Wahyu menjawab bisa dilaksanakan karena Surat Ijin Rapat itu ada, kemudian rapat berlangsung bertempat di Balai Desa Jatitengah di pimpin oleh Sdr. Kasman karsoeno dan dihadiri oleh Fungsional NIVAU Majalengka dengan suara bulat bahwa Sdr. Kasman karsoeno dipilih menjadi Ketua Panitia Rakyat Pengungsi, yang diberi nama Panitia Rakyat Pengungsi Sukaresmi, Komplek Sukajaya. Dengan susunan kepanitiaan sebagai berikut :
      Ketua                     : Sdr. Kasman karsoeno
      Wakil Ketua          : Sdr. Wasma
      Penulis                    : Sdr. Kasan
      Bendahari              : Ny. Uniah
      Pembantu               : Sdr. Rasmad, Sdr. Mardum, Sdr. Sayem, Sdr. Sartam,   
                                   dan Sdr. Musta 
Dan panitia tersebut dibebani tugas sebagai berikut :
1.      Tanah yang ditanggalkan itu Tanah AB supaya menjadi tanah milik.
2.      Rakyat minta kembali ke tempat semula dengan keadaan terjamin.
3.      Rakyat sanggup membangun bangunan yang diperlukan dengan tenaga gotong-royong.

Pada tanggal 19 Maret Sdr. Kasman karsoeno menghadap Kepala Agraria ( Bpk Tongwu ) disitu Sdr Kasman minta penjelasan tanah AB supaya menjadi tanah milik, dan oleh Kepala Agraria diberi penjelasan sehingga Sdr. Kasman karsoeno mengerti.
Pada tanggal 15 Juni 1956 Sdr. Kasman karsoeno menghadap Kepala Brigade I Planologi Kehutanan Di Bandung yang bertujuan meminta salinan PETA dan proses merubahnya tanah hutan Sukaresmi Komplek Sukajaya dijadikan Tanah AB kemudian seketika permintaannya dipenuhi dengan membawa Surat Pengantar Nomor: 422/KEH/III/IV/2 tertanggal 19 Juni 1956 dan surat No. 295/KEH/IV/3/3/SP tertanggal 19 Juni 1956.
Pada tanggal 20 Juni 1956 Sdr. Kasman karsoeno bersama anggota Panitia Pengungsi Sukaresmi Komplek Sukajaya mengerjakan daftar nama-nama yang berhak menerima Cap Singa ( Surat Ijin untuk membuka tanah).
            Pada tanggal 22 Juni Sdr. Kasman karsoeno pergi ke Desa-desa, ke Kecamatan, ke Kewedanaan, ke Kabupaten untuk menandatangankan daftar-daftar yang sudah dikerjakan, setelah itu langsung dihaturkan kepada Bapak Tongwu Kepala Agraria. Setelah itu berhasil dengan Surat Keputusan Bupati Majalengka dan Agraria :
            No.B.1/1248/21/AGR/1956 dan No.B.1/1248/22/AGR/1956
 Pada tanggal 9 Juli 1956 Ny. Uniah selaku Bendahari memesan Belangko Cap Singa Bhineka ke Percetakan HO Cirebon dan pada tanggal 23 Juli 1956 Belango tersebut di ambil sebanyak 1600 helai.
Pada tanggal 25 Juli 1956 panitia mengisi Cap Bhineka/Surat ijin untuk membuka tanah.
Pada tanggal 26 Juli 1956 Sdr. Kasman karsoeno mengirimkannya Belangko yang sudah terisi ke Bapak Bupati Majalengka untuk di tandatangani.
Pada tanggal 1 September 1956 Panitia Rakyat Pengungsi Sukaresmi Komplek Sukajaya, mengadakan khitanan masal sebanyak 65 anak rakyat pengungsi.
Dimulai tanggal 11 September 1956 selama 3 hari Bapak Kamin Camat Jatitujuh beserta staff membagikan Cap Singa ke Kampung-kampung untuk itu salah satu pekerjaan panitia sudah selesai.
Maka pada tanggal 29 September 1956 panitia mengadakan rapat lagi yang bertujuan membuat Surat Permohonan Tentara yang ditandatangani oleh 500 orang yang ditujukan kepada 24 instansi sipil maupun militer.
Pada tanggal 2 Nopember 1956 Sdr.Kasman karsoeno menghadap DPD Kabupaten Majalengka karena menerima surat dari Pak Abudin Nomor 341/I/C/BP4/DPD/1956 yang isinya permohonan Tentara itu tidak dipenuhi, karena peraturan SOB belum dicabut, lalu Sdr.Kasman karsoeno menghadap Bataliyon 314 Kompi V seterusnya pada tanggal 11 Nopember  1956 menyelengarakan rapat di Desa Beber, lalu pada tanggal 19 Nopember 1956 Sdr.Kasamn Karsuno menghadap ke Devinisi Siliwangi di Bandung, dan Sdr.Kasman karsoeno pada tanggal 3 Desember 1956 mencoba masuk daerah SOB lalu ditangkap oleh Pak Rimala BODM Jatitujuh, Pak Solihin seksi I Kompi V 314 dan Polisi Negara dan hari itu juga Sdr.Kasman karsoeno ditahan di SMP Majalengka sampai dengan tanggal 7 Desember 1956, selanjutnya pada tanggal 15 Maret 1957 Sdr.Kasman karsoeno mulai diberi Surat Ijin keluar masuk hutan bersama :
1.        Bapak Letnan HIDAYAT dari Kompi V 314
2.        Bapak MS.NATA ATMAJA Asisten Wedana Jatitujuh
3.        Bapak WAHYU Kepala Polisi Negara Kecamatan Jatitujuh beserta anggotanya
4.        Bapak HAYAT  Kepala Desa Bantarjati Kidul
5.        Bapak HADI Kepala Desa Bantarjati Lor
6.        Sebagian rakyat pengingsi

Pada  tanggal 17 Maret 1957 Panitia mengadakan rapat bertempat di Balai Desa Jatitujuh dengan kesimpulan membuat jalan dari Bantarjati Lor ke Kampung Sukaresmi dengan biaya gotong royong,rapat disaksikan oleh unsur tunggal Kecamatan Jatitujuh.
Jalan tersebut diperiksa oleh Pak Tohir Wedana Jatiwangi,Bapak Camat Jatitujuh dan Bapak Prapto dari Kabupaten Majalengka.
Dari tanggal 18 Februari 1958 sampai dengan 20 Mei 1958 tahun bukaan barun diukur oleh Petugas PTM Cirebon yaitu Bapak Sunada, Mulyono,Suhud dan Pak Oking.
Pada tanggal 1 Nopember 1958 rakyat pengungsi Sukaresmi komplek Sukajaya mulai menduduki Kampung Sukamulya diantar pula oleh Bapak Camat Sahlan,Bapak Sunaryo dan Bapak Wahyu Kepala Polisi Jatitujuh.
Pada tanggal 15 Desember 1958 Kampung Sukamulya diserang lagi Gerombolan DI/TII akhirnya banyak yang korban,8 orang meninggal,8 orang dibawa ke hutan dan 22 orang luka berat.
Pada tanggal 1 Oktober 1959 Jum’at Kliwon  (Bapak Mayor Udi Kartono DANTON 311 pertama kali menduduki Desa Sukamulya dan berturut-turut diganti oleh Bapak Sertu N. Rukmana DANTON II kemudian diganti lagi oleh Bapak Letnan Marlan,dan Sersan Mayor Amyah DANTON I sesudah itu pada tanggal 24 Desember 1959 mengadakan rapat di Desa Jatitengah dipimpin oleh Bapak Mandat atas nama Asisten Wedana Jatitujuh pula disaksikan oleh Kompi V 306 yaitu : Sersan Mayor Barnas,kesemuanya dari PDM Majalengka.Adapun pada rapat tersebut membahas rakyat pengungsi masih takut kembali ke tempat semula padahal keamanan sudah terjamin,maka kesimpulan rapat secara tegas sebagai berikut :
a.      Memerintakan rakyat pengungsi supaya kembali ketempat semula.
b.      Untuk sementara memudahkan keamanan rakyat pengungsi ditampung dulu di Sukamulya
c.       Untuk membantu Tentara membuat OPR sebanyak 17 orang dengan janji ekonominya terjamin.
Pada tanggal 4 Januari 1960 Bataliyon 306 dan Bapak Bupati Majalengka ( Bpk Sutisna) dan Bapak Letnan Jauhari ke Sukamulya bermaksud meninjau rakyat pengungsi dan ternyata masih banyak yang belum ke Sukamulya, maka dengan adanya demikian, beri ultimatum selama 30 hari setelah disiarkan rakyat pengungsi harus segera datang ke Sukamulya.
Sambil menunggu pengungsi datang pada tanggal 10 Januari 1960 membuat Asrama Tentara dan OPR. Pada tanggal 1 Juli 1960 membuat Balai Desa Sukamulya, lalu pada tanggal 7 Juli1960 upacara peresmian bahwa Sukamulya sudah diduuki Tentara dan Rakyat pengungsi acara tersebut dihadiri oleh Bapak Komandan Bataliyon 306 dan sekaligus membantu Kepala Desa, Pamong Desa yang bersipat sementara,pada waktu itu Kepala Desa sementara adalah Sdr. Saman, pula disaksikan oleh Bapak Marso dari Bataliyon 306 dan Bapak Sutisna Bupati Majalengka serta instansi lainnya. Pada tanggal 17 Nopember 1960 Bapak M. Suhenda Camat Jatitujuh dan Bapak Sudir Kepala Polisi Negara Jatitujuh meninjau/memeriksa Sukamulya.
Pada tanggal 17 Mei 1961 DANREM 9 SUNAN GUNUNGJATI Bapak Saptaji meninjau Sukamulya, dan member sumbangan pada tanggal 20 Mei 1961 sebanyak Rp. 10.000,- dan Kenteng 9500 biji untuk bangunan SR Siliwangi,lalu di tambah lagi uang Rp.10.000,- dan kenteng 10.000 biji. Sumbangan tersebut tetap untuk bangunan SR Siliwangi.
Seterusnya pada tanggal 7 Juli 1961 Sukamulya kedatangan lagi tamu Agung yaitu Bapak Pangdam VI Siliwangi (Bapak Ibrahim Aji) berikut rombongannya.
Pada tanggal 20 Mei 1963 Sukamulya diresmikan menjadi Desa berikut pertanahannya oleh Bupati Majalengka (Bapak Sutisna), pada waktu itu Sukamulya menjadi Desa No 258 dan Bapak Bupati sekaligus meletakan batu pertama bangunan masjid.
Adapun dasar peresmian tersebut Bupati Majalengka Bapak Sutisna atas nama Gubernur berdasarkan SK Gubernur tanggal 27 Maret 1963 No 307/17/YREG.3/GDKUD/II/1963.
Sesudah resmi menjadi Desa pada tanggal 27 September 1963 di Desa Sukamulya baru pertama kali di adakan pilihan Kepala Desa dan calon yang terpilih (Sdr.Kasman karsoeno) selaku Kepala Desa Pertama di Desa Sukamulya.
Pada tanggal 13 Oktober 1963 hari Jum’at Rombongan Gubernur beserta Bapak DANREST Majalengka (Bapak Waras) mengatakan bahwa tuntunan dari rakyat pengungsi yang tidak kembali sampai sekarang ke Desa Sukamulya sudah tidak perlu dipikirkan lagi karena sudah melanggar 3 faktor yang telah ditentukan oleh Pemerintah, jadi Rakyat Sukamulya diharap tenang, yang rajin bekerja dan apalagi harta benda yang berharga hingga rajeg bobo pun adalah rakyat Sukamulya sekarang yang memiliki.  
DEMIKIAN RIWAYAT DESA SUKAMULYA, WALAUPUN SEJARAHNYA BELUM TUNTAS KARENA MASIH DIBUAT OLEH MASYARAKAT DESA SUKAMULYA SENDIRI.
SEJARAH ITU TAPAK TILAS ORANG YANG HIDUP PADA JAMANYA, BAIK DAN JELEKNYA SEJARAH DESA SUKAMULYA BAGAIMANA TINDAK TANDUK DAN KELAKUAN MASYARAKAT DESA SUKAMULYA SEKARANG.
ANDAIKATA SEJARAH DESA SUKAMULYA INGIN BAIK UNTUK DIJADIKAN BAHAN KAJIAN BAGI ANAK CUCU, TIADA LAIN DAN SUDAH SEHARUSNYA TINGKAH LAKU KITA SEKARANG DAN KEDEPAN HARUS HATI-HATI DAN WASPADA.
WASSALAMU’ALAIKUM WARROHMATULLAHI WABARROKATUH
ATAS NAMA DESA SUKAMULYA
KASMAN KARSOENO

ARAH KEBIJAKAN DESA

Dalam upaya pengembangan desa, tentunya diperlukan penentuan arah kebijakan desa Arah kebijakan   ini merupakan landasan perangkat pemerintahan desa dalam menjalankan pemerintahan desa. Hal ini sangat menentukan bagaimana kelangsungan dari desa tersebut dan ke arah mana desa tersebut dikembangkan untuk ke depannya.
 Perkiraanyang digunakan untuk membiayai progran dan kegiatan pembangunan skala desa adalah perkiraan pendapatan desa yang bersumber dari pendapatan asli Desa dan ADD Tahun 2010.
Untuk Desa Sukamulya belanja pembangunan dibiayai melalui sumber pendapatan desa yang bersumber dari:
1. Adat Desa
2. Retribusi-retribusi
3. Jual-Beli Tanah desa
4. Bagian 70% dari ADD

Penetapan perkiraan anggaran pada masing-masing bidang RKP Desa tahun 2010 ini dilakukan melalui kesepakatan saat pelaksanaan Forum Musrenbangdes RKP Desa. Hasil kesepakatan tersebut sebagai berikut :
1. Belanja Rutin sebesar 30 % dari total belanja desa
               2. Belanja pembangunan sebesar 70 % dari total belanja desa,    yang terbagi menjadi ;
2.1.Bidang pengembangan Wilayah sebesar 40 % dari  total  belanja pembangunan.
2.2.Bidang pengembangan Ekonomi sebesar 15 % dari total belanja pembangunan, dan

2.3.Bidang sosial dan budaya sebesar 15 % dari total belanja pembangunan
    Dengan komposisi perkiraan anggaran tersebut, diharapkan Visi Misi desa terutama bagaimana mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dapat segera terwujud.

Arah kebijakan pembangunan desa ini ditetapkan berdasarkan uraian misi desa yang merupakan penjabaran dari visi desa. Hal ini merupakan tahap lanjutan dari misi desa dalam mengembangkan dan membawa pembangunan desa ke arah yang lebih baik.

Adapun beberapa arah kebijakan yang telah disepakati dan menjadi prioritas desa antara lain:

1.                  Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM)
2.                  Pembangunan ekonomi produktif, meliputi sektor usaha simpan pinjam dan sektor pertanian
3.                  Pembangunan infrastruktur pedesaan, meliputi sarana/fasilitas umum dan saluran irigasi.
4.                  Peningkatan pelayanan terhadap masyarakat melalui  pembangunan sarana infrastruktur yang menunjang penyelenggaraan pelayanan terhadap masyarakat
5.                  Pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat


TAHUN PEMBENTUKAN DESA
·         Tanggal 20 Mei Tahun 1963


DASAR HUKUM PEMBENTUKAN DESA
Adapun dasar peresmian tersebut Bupati Majalengka Bapak Sutisna atas nama Gubernur dengan SK Gubernur tanggal 27 Maret 1963 Nomor 307/17/YREG.3/GDKUD/II/1963.

KORDINAT LETAK DESA
Garis Lintang = 06˚63’50” S
Garis Bujur = 108˚15’03” T

BATAS WILAYAH
Sedangkan batas-batas Desa Sukamulya adalah sebagai berikut :
Ø   Sebelah Utara         : Desa Pasiripis,PG Jatitujuh
Ø   Sebelah Selatan       : Desa Kertasari,Desa Bantarjati
Ø   Sebelah  Barat         : Desa Mekarmulya
Ø   Sebelah Timur         : Desa Bantarjati,Desa Sukakerta


1.    Komoditas Unggul berdasar luas tanam :

PRODUKSI PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN
MUSIM TANAM KE-1 BERDASARKAN LUAS TANAM
 DI DESA SUKAMULYA TAHUN 2014

No.
Komoditas
Luas Lahan
(Ha)
Nilai Ekonomi
Rp/Kg
Produksi
(Ton)
1
Padi Sawah
618,261
4.500
3708
2
Padi Ladang
23,942
4.500
138

Jumlah
652,203

3846
3
Jagung
2
1.800
40
4
Kacang Panjang
12
2.000
216
5
Kacang Tanah
5
800
36
6
Semangka
16
2.500
705
7
Timun
19
1.500
10210
8
Cabai Merah
39
8.000
10857
9
Bawang Merah
-
-
-
10
Tebu
12
1.400
480
11
Mangga
19
5.000
3600
12
Pisang
1,16
2.700
46,4
2.    Komoditas unggulan berdasar Nilai Ekonomi
PRODUKSI PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN
MUSIM TANAM KE-1 BERDASARKAN NILAI EKONOMI
 DI DESA SUKAMULYA TAHUN 2014

No.
Komoditas
Luas Lahan
(Ha)
Nilai Ekonomi
Rp/Kg
Produksi
(Ton)
1
Cabai Merah
39
27.000
10.857
2
Padi Sawah
618,261
4.500
3.708
3
Padi Ladang
23,942
4.500
138
4
Mangga
19
4.000
3.600
5
Kacang Panjang
12
2.000
216
6
Semangka
16
2.500
705
7
Jagung
2
1.800
40
8
Timun
19
1.500
10.210
9
Tebu
12
1.400
480
10
Pisang
1,16
1.200
46,4
11
Kacang Tanah
5
800
36
12
Bawang Merah
-
-
-

3.    Luas Wilayah

JENIS LAHAN
LUAS ( Ha )
Lahan Sawah
618.26
Lahan Ladang
71.42
Lahan Perkebunan
23.94
Lahan Peternakan
0
Lahan Hutan
0
Lahan Waduk/ Situ/ Danau
0
Lahan lainnya
17.13
jumlah
730.75


4.    Jumlah sertifikat tanah/ Luas tanah


5.    Luas Tanah Kas Desa

JENIS LAHAN
LUAS ( Ha )
Lahan Sawah
618.26
Lahan Ladang
71.42
Lahan Perkebunan
23.94
Lahan Peternakan
0
Lahan Hutan
0
Lahan Waduk/ Situ/ Danau
0
Lahan lainnya
17.13
jumlah
730.75

6.    Jarak

Jarak dari Pusat Kecamatan : ± 7 KM
Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota : ± 23 KM
Jarak dari Pusat Ibukota Kabupaten: ± 23 KM
Jarak dari pusat Ibukota Prvinsi : ± 80 KM

DATA KEPENDUDUKAN
1.   Jumlah KK
Tahun
Penduduk
Kepala Keluarga
Ket
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
2013
1.837
2.005
3842
1171

2014
2.228
2.398
4.626
1231





2.   Jumlah Penduduk

Tahun
Keluarga Pra Sejahtera
Keluarga Sejahtera I
Keluarga Sejahtera II
Keluarga Sejahtera III
Keluarga Sejahtera III PLUS
Jumlah KK
2013
121
235
42
773
30
1171
2014
115
239
44
796
37
1231






PENDUDUK
2014
Jumlah (Jiwa)
4.526
Laki-laki (Jiwa)
2.228
Perempuan (Jiwa)
2.298







Tahun
Angka Harapan Hidup
Jamban Keluarga
Ket
Yang Mempunyai
Tidak Mempunyai
2013
63,29
632
385

2014
64,61
565
307



DATA MATA PENCAHARIAN
1.    Karyawan
1.    Pegawai Negeri Sipil : 32                 orang
2.    TNI/Polri                : 3           orang
3.    Swasta                  : 100        orang

2.     Pedagang/Wiraswasta

1.    Petani               : 3.264         orang
2.    Buruh Tani                   : 530            orang
3.    Peternak            : 1               orang
4.    Pengrajin           : 40             orang
5.    Jasa Pekerja Seni  : 0             orang
6.    Pengsiunan        :17             orang
7.    Pengangguran    : 570                    orang

DATA PENDIDIKAN & KESEHATAN
Jumlah Guru
Tk : 2 Orang
Paud : 1 Orang
SD : 36 Orang
SMP/MTS : 2 Orang
SMA/MA :-
Akademi :-
Sarjana :-
Pasca Sarjana :-
Paramedis :-
Jumlah Dokter Umum :-
Jumlah Dokte spesialis :-
Jumlah Bidan : 2 Orang
Jumlah Dukun Bayi terampil : 2 Orang
Jumlah Perawat : 1 Orang
Jumalah Mantri Kesehatan :-

Lulusan
TK :
SD :
SMP/MTS :
SMA/MA :
Akademi :
Sarjana :
Pasca Sarjana :

Pendidikan Khusus
Pondok Pesantren :
Pendiidikan Keagamaan :
Sekolah Luar Biasa :

Kursus Keterampilan
Tidak Lulus :
Tidak Sekolah :

DATA PRASARANA
KESEHATAN
1.    Puskesmas : 1
2.    Puskesmas Pembatu : 1
3.    Poskesdes : 1
4.    Posyandu/Polindes : 5
PENDIDIKAN
1.    Perpustakaan Desa :-
2.    Tk : 1
3.    Paud : 1
4.    SD : 3
5.    SMP/MTS : -
6.    Perguruan Tinggi : -
7.    Jumlah Mesjid : 2
8.    Jumlah Mushola : 15
PRASARANA TRANSPORTASI
1.    Jalan Desa : 11
2.    Jalan Kabupaten : 1
3.    Jalan Provinsi :-
4.    Jalan Nasional :-
5.    Jembatan Besi : -
PRASARANA AIR BERSIH
1.    Hidaran Umum :-
2.    Penampungan air hujan:-
3.    Pengelolaan air bersih :-
4.    Sumur Gali:-
5.    Sumur Pompa : 4
6.    Tangki Air Bersih :-


MCK Umum
Jamban Keluarga :1001
Saluran Drainase : 6
Pintu Air :-
Saluran Irigasi :-
DATA KEUANGAN
1.    Pendapatan

a.    Pendapatan Asli :
Pungutan/Retribusi :Rp. 100.200.000
Hasil Usaha/Bumdes : -
Hibah/Swadaya :Rp. 96.920.000
b.    Bantuan yang diterima
Pemerintahan Pusat : Rp. 77.000.000
Pemerintahan Provinsi : Rp. 115.000.000
Pemerintahan Kabupaten :Rp. 161.902.000
c.    Bantuan Lain :-
d.    SILPA/SIKPA :-
e.    Dana cadangan :-

2.    Belanja Desa
a.           Belanja Langsung : Rp. 833.329.000
b.   Belanja tidak Langsung : Rp. 236.000.000

DATA KEAMANAN
Jumlah Anggota Linmas : 14 Orang
Jumlah Pos Kamling : 6 Buah
Jumlah Operasi Penertiban : -
Jumlah Kejadian Kriminal :-
a.    pencurian/Perampokan :3 Kasus
b.    Pemerkosaan :-
c.    Pembunuhan :-
d.    Penipuan :1 Kasus
e.    Perkelahian masal :1 Kasus
f.     Narkotika + Obat terlarang :-

LINGKUNGAN HIDUP
1.    Wabah Penyakit Menular : -
2.    Jumlah Pos bencana alam : -
3.    Tim tanggapan dan siaga bencana (Tagana) : -
4.    Jumlah Lokasi pencemaran
5.    Jumlah pembalakan Liar : -
6.    Jumlah Pos hutan lindung : 14 Pos

DATA KELEMBAGAAN
LPM
1.    Jumlah Pengurus : 4 Orang
2.    Jumlah Anggota : 11 Orang
3.    Jumlah Kegiatan perbulan :1 Kali/Bulan
4.    Jumlah dana yang dikelola : -
TP-PKK
1.    Jumlah Pengurus : 6 Orang
2.    Jumlah Anggota : 28 Orang
3.    Jumlah Kegiatan perbulan : 2 Kali/Bulan
4.    Jumlah Administrasi yang dikelola : 6 Buah
5.    Jumlah dana yang dikelola :-
Lembaga Adat
1.    Pemangku adat : 3 Orang
2.    Pengurus adat : 12 Orang
3.    Symbol adat :-
4.    Kegiatan adat : 3 Kali/Tahun
BUMDES
1.    Jumlah/Jenis Bumdes :-
2.    Jumlah modal dasar :-
3.    Jumlah Pengurus :-
4.    Jumlah Anggota :-
Karang Taruna
1.    Jenis kegaiatan : 5 Jenis
2.    Jumlah pengurus :3 Orang
3.    Jumlah Anggota : 15 Orang
Dusun/RT/RW
1.    Jumlah Dusun/jorong/kampung : 3 Dusun
2.    Jumlah RW : 8 RW
3.    Jumlah RT : 18 RT
4.    Jumlah bantuan yang diterima dusun : -
5.    Jumlah bantuan yang diterima RW : -
6.    Jumlah batuan yang diterima RT : 2 Kali/Tahun
Pelatihan yang pernah diikuti :
1.     
2.

2.     

KEPALA DESA
Nama : NONO DARSONO
Pangkat/golongan :-
NIP :-
Pendidkan Terakhir : SLTA

Nama : SOLIKIN
Pangkat/Golongan : IIa
NIP : 197007112009061002
Pendidikan Terakhir :SLTA

Nama : CARMAN
Pangkat/Golongan :-
NIP :-
Pendidkan Terakhir : SLTA


LPM
Nama : CARIMAN
Pangkat/Golongan :-
NIP :-
Pendidikan Terakhir : SLTP


Tabel 2.2.2.1
SUSUNAN APARATUR PEMERINTAH DESA
DESA SUKAMULYA TAHUN 2010

NO
JABATAN
NAMA
UMUR
PENDIDIKAN
1
Kepala Desa
Nono Darsono
40
SLTA
2
Sekretaris Desa
Solikin
49
SLTA
3
Kasi Pemerintahan
Junaedi
52
SLTP
4
kasi Ekbang
Iyan Winarya
37
SLTA
5
Kasi Kesra
DASMIN ABDULLAH


6
Kaur Keuangan
Ade Hari Jahari
30
SLTA
7
Kaur Umum
Rasita
52
SLTP
8
Kaur Aset
Raman
36
SLTP
9
Kauds II
Suherman
43
SLTP

Dalam pelaksanaan kerjanya, Pemerintah Desa di bantu oleh RT dan RW, dengan susunan sebagai berikut : (Tabel 2.2.2.2)


Tabel 2.2.2.2
SUSUNAN RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW)
DESA SUKAMULYA TAHUN 2010

NO
JABATAN
NAMA
UMUR
PENDIDIKAN
1
RT 01 & RT 02
KARNA
38
SD
2
RT 03
PULUNG
45
SD
3
RT 05
WASKIM
36
SD
4
RT 06
USMAN
42
SD
5
RT 07 & RT 08
SOLIHIN
35
SD
6
RT 10 & RT 11
NANA
51
SD
7
RT 12 & RT 13
RUSNAWI
31
SD
8
RT 09
RUSLI
67
SD
9
RT 14 & RT 15
SARWA EDI
35
SD
10

HAMID
31
SD
11


37
SD
12

CASMAN
35
SD
13


33
SD
14

RASIDI
41
SD
15

SARJAYA
37
SLTP
16
RT 16
MUSTARA
34
SD
17
RT 17
EWO
70
SD
18
RT 18
UDIN
65
SD




Sebagai partner Aparatur Pemerintah Desa, dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa dibantu oleh Badan Permusyawaratan  Desa (BPD). BPD Desa Sukamulya dengan proporsi jumlah penduduk, terdapat sebanyakl 6 (Enam) BPD, dengan susunan lengkapnya sebagai berikut : Tabel 2.2.2.3




Tabel 2.2.2.3
SUSUNAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD)
DESA SUKAMULYA TAHUN 2010

NO
JABATAN
NAMA
UMUR
PENDIDIKAN
1
Ketua
CARMAN
47
SLTP
2
Wakil Ketua I
DEDI HIDAYAT
45
SLTA
3
Sekretaris
NURYAMAN
36
SLTA
4
Anggota
MIRJA
36
SLTA
5
Anggota
RASNOTO
36
SLTA
6
Anggota
BAMBANG
32
Sarjana
7
Anggota
TATA
43
SLTA
8
Anggota
UMIN H
45
SLTA
9
Anggota
SOMA HERDIANA
51
SLTA
10
Anggota
RATIJAH
48
SLTA
11
Anggota
Usman
36
SLTA

Dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintahan desa Sukamulya dibantu oleh lembaga kemasyarakatan, diantaranya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, Majlis Ulama, dan Dewan Kesejahteraan Mesjid (DKM).
Selengkapnya susunan Kepengurusan Lembaga-lembaga Kemasyarakatan yang selalu aktif bersama-sama dengan pemerintahan desa melaksanakan pembangunan adalah sebagai berikut : (Tabel 2.2.2.4)


Tabel 2.2.2.4
SUSUNAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM)
DESA SUKAMULYA TAHUN 2009

NO
JABATAN
NAMA
UMUR
PENDIDIKAN
1
Ketua
CARIMAN


2
WK Ketua
JOJO S


3
Sekretaris
YAYAN H.


4
Bendahara
ISNEN


5
Anggota
IWAN


6
Anggota
WARMA


7
Anggota
ABDULLAH


8
Anggota
JAJA


9
Anggota
DEDI


10
Anggota
JIJI


11
Anggota
DARJA


12
Anggota
SARNA


13
Anggota
MUNAWIR


14
Anggota
KASNA


15
Anggota
ARDAM
























Tabel 2.2.2.5
SUSUNAN PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK)
DESA SUKAMULYA TAHUN 2010

NO
JABATAN
NAMA
UMUR
PENDIDIKAN
1
Ketua
BU kUWU


2
Sekretaris
Titin


3
Anggota
NITA


4
Anggota
Eti K.


5
Anggota
Eni


6
Anggota
Init


7
Anggota
Juju


8
Anggota
Eha


9
Anggota
Anah



Anggota
Nita







Tabel 2.2.2.6
SUSUNAN KARANG TARUNA
DESA SUKAMULYA TAHUN 2010

NO
JABATAN
NAMA
UMUR
PENDIDIKAN
1
Ketua
Warma
34
SD
2
Sekretaris
Iyan Winarya
37
SLTA
3
Bendahara
Salim
26
SLTA
4
Anggota
Ade Hari Jahari
26
Sllta
5
Anggota
Wasra
26
Sarjana
6
Anggota
Rohidin
34
SD
7
Anggota
Dedi H
37
SLTA
9
Anggota
Karnoto
21
SLTP
10
Anggota
Nita
22
SLTA




Tabel 2.2.2.7
SUSUNAN DEWAN KESEJAHTERAAN MESJID
DESA SUKAMULYA TAHUN 2010

NO
JABATAN
NAMA
UMUR
PENDIDIKAN
1
Ketua
Yayan H
34
Sarjana
2
Sekretaris
Wasra
26
Sarjana
3
Bendahara
Kuswari
47
SD
4
Anggota
Ade Hari J
26
SLTA
5
Anggota
Yusuf
30
SD
6
Anggota
Salman
32
SLTP
7
Anggota
Saroji
45
SD
8
Anggota
Syahir
47
SD
9
Anggota
Umin
36
SLTA
10
Anggota
Maman
38
SD
11
Anggota
Rohidin
34
SD
12
Anggota
Sama
42
SD

Tabel 2.2.2.8
SUSUNAN MAJLIS ULAMA
DESA SUKAMULYA TAHUN 2010

NO
JABATAN
NAMA
UMUR (Th)
PENDIDIKAN
1
Ketua
Ajam Saputra Spd
50
Sarjana
2
Wakil Ketua
Ahdiana Al-Gano
54
SD
3
Anggota
Mahfudz S.
34
SLTP
4
Anggota
Salman .G
32
SLTP
5
Anggota
Badawi
56
SD
6
Anggota
Warlika
54
SD
7
Anggota
Kumaidillah
40
SLTA
8
Anggota
Kumed
49
SD
9
Anggota
Udin
70
SLTA


NO
NAMA SARANA
NAMA LEMBAGA
ALAMAT
NAMA PENGURUS/IMAM/
KEPALA/KETUA
TAHUN BERDIRI
KET
1
Masjid
DKM Jamie Al-Anshor
Desa Sukamulya
Yayan Heryanto


2
DTA
Mu’awanatud Diniyah I
Desa Sukamulya
Isma;il Syarifudin
1974
134 siswa


Mu’awanatu Diniyah II
Dusun Sukaresmi
Gusirin


3
TK
Mulya Sari
Desa Sukamulya
Ikah Atikah S.Pd
2005
44 anak


Fitriah Lestari
Dusun Sukaresmi
Endah Dwi Khastuti I, S.Pd
2015
20 anak
4
SD
SDN Sukamuya I&II
Desa Sukamulya
Uwat S.Pd
1962



SDN Sukamulya III
Dusun Sukaresmi
Yoyoh S.Pd


5
MTs
Annur Mandiri
Dusun Sukaresmi
Kohar S.Pd
2015

6
Pontren
Al-Hikmah
Desa Sukamulya
Isma’il Syarifudin


7
Mushola
Hidayatul Mubyadin
Blok Rabu
Ust. Emid




Dharul Falah
Blok Senin
Ust. Mahfudz Shidiq
1992



Jami Al- Anshor
Blok Kamis
Kyai Kumaid




Jami Al- falah
Dusun Sukaresmi
Ust. Sarjaya
1980



At-Taqwa
B. Sabtu
Ust. Nurmawi




Al-ikhlas
B. Kamis
Ust. Darsono




Miftahussalam
Blok Rabu
Ust. Salim/Usman




Miftahul Ulum
Blok Jum’at
Ust. Yusuf




Al-ulumudiniyah
Blok Senin
Ust. Topik
1970



Al-barokah
N.Mulya
Ust. Kemed
1989



Al-Husna
Blok Sabtu





Baitul Hamdi
Padasuka
Ust. Kasta




Nurul Huda
Blok Sabtu
Ust. Busan




Al-Karomah
Padasuka
H.Rusna
2013

8
Majlis Ta’lim

Desa sukamulya



9
Yayasan
Al-Hikmah
Desa Sukamulya
Isma’il Syarifudin
2001

10
MUI
MUI Desa Sukamulya
Desa Sukamulya
Rohman PL




0 Response to "PROFIL DAN RIWAYAT DESA SUKAMULYA KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA"