SILABUS
MATA PELAJARAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH
ALIYAH KEJURUAN
(SMA/MA/SMK/MAK)
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
|
i
|
||
I. PENDAHULUAN
|
1
|
||
A.
|
Rasional
|
1
|
|
B.
|
Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Menengah
|
3
|
|
C.
|
Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti di Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
Kejuruan
|
3
|
|
D.
|
Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
Kejuruan
|
4
|
|
E.
|
Pembelajaran dan Penilaian
|
6
|
|
F.
|
Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Peserta Didik
|
8
|
|
II.
KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN
PEMBELAJARAN
|
10
|
||
A.
|
Kelas X
|
10
|
|
B.
|
Kelas XI
|
19
|
|
C.
|
Kelas XII
|
33
|
|
I.
PENDAHULUAN
A.
Rasional
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan
pendidikan yang secara mendasar menumbuhkembangkan akhlak peserta didik melalui
pembiasaan dan pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh (kaffah). Oleh karena
itu, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai suatu
mata pelajaran diberikan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK,baik
yang bersifat kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
Kompetensi, materi, dan pembelajaran
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan
hidup bersama secara damai dan harmonis (to live together in peace and
harmony). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada kegiatan
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Penumbuhan dan pengembangan
sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan
pembudayaan untuk mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah
sebagai taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya pengetahuan, keterampilan,
dan sikap siswa yang menempatkan pengetahuan sebagai perilaku (behavior),
tidak hanya berupa hafalan atau verbal.
PAI dan Budi Pekerti berlandaskan pada aqidah Islam yang
berisi tentang keesaan Allah Swt. sebagai sumber utama nilai-nilai kehidupan
bagi manusia dan alam semesta. Sumber lainnya adalah akhlak yang merupakan
manifestasi dari aqidah, yang sekaligus merupakan landasan pengembangan
nilai-nilai karakter bangsa Indonesia. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti merupakan pendidikan yang ditujukan untuk dapat menserasikan,
menselaraskan dan menyeimbangkan antara iman, Islam, dan ihsan yang diwujudkan
dalam:
1.
membentuk manusia Indonesia yang beriman dan
bertakwa kepada Allah Swt. serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur (Hubungan manusia dengan Allah Swt.);
2. menghargai, menghormati dan mengembangkan
potensi diri yang berlandaskan pada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan
(Hubungan manusia dengan diri sendiri);
3. menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter
dan antar umat beragama serta menumbuhkembangkan akhlak mulia dan budi pekerti
luhur (Hubungan manusia dengan sesama); dan
4. penyesuaian mental keislaman terhadap
lingkungan fisik dan social (Hubungan manusia dengan lingkungan alam).
Berdasarkan penjelasan di atas, Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam rahmatan
lilalamin yang mengedepankan prinsip-prinsipIslam yang humanis, toleran,
demokratis, dan multikultural.
Islam yang humanis berarti memandang kesatuan manusia sebagai mahluk ciptaan Allah,
memiliki asal-usul yang sama, menghidupkan rasa
perikemanusiaan, dan mencita-citakan
pergaulan hidup yang lebih baik. Nilai-nilai Islam humanis yang dapat diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK di antaranya
adalah: berprasangka baik, disiplin, jujur, berbuat baik kepada sesama manusia,
dan berlaku adil.
Islam yang toleran mengandung arti bersikap menghargai pendapat, pandangan, kepercayaan, atau kebiasaan yang berbeda
dengan pendirian seseorang, juga tidak memaksa, tetap berlaku baik, lemah
lembut, dan saling memaafkan. Nilai-nilai Islam toleran yang dapat diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SMA/ MA/SMK/MAK di antaranya
adalah: berprasangka baik, hidup rukun, dan menjaga persatuan.
Demokratis
berarti yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama
bagi sesama dengan mengutamakan kebebasan berekspresi, berkumpul, dan mengemukakan
pendapat sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku. Nilai-nilai Islam demokratis yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK di antaranya adalah: kontrol
diri, disiplin, bertanggung jawab, berkompetisi dalam kebaikan, berpikir
kritis, dan menjaga persatuan.
Multikultural berarti bersikap mengakui, akomodatif, dan
menghormati perbedaan dan keragamaan budaya, untuk mencari dan memudahkan
hubungan sosial, serta gotong royong demi mencapai kebaikan bersama.
Nilai-nilai multikultural dalam Islam yang dapat diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK di antaranya adalah:
berprasangka baik, persaudaraan, hidup rukun, menghindari tindak kekerasan,
saling menasehati, menjaga persatuan, dan hidup damai dalam keberagaman.
Kompetensi,
materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan
kepentingan hidup bersama secara damai dan harmonis (to live together in peace and harmony). Pembelajaran dilaksanakan
berbasis aktivitas pada kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler. Penumbuhan dan pengembangan sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan
pembudayaan untuk mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah
sebagai taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang menempatkan pengetahuan sebagai perilaku (behavior), tidak hanya berupa hafalan
atau verbal.
Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan
yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru.
Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak
terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta
tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence)
materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip
keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh
guru (teachable); mudah dipelajari
oleh peserta didik (learnable);
terukur pencapainnya (measurable),
dan bermakna untuk dipelajari (worth to
learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta
didik.
Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk
mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi
keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar
prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi
pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat
dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas.
Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat
mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing
mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam
pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan
model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat
serta tingkat perkembangan kemampuan kemampuan peserta didik.
B.
Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Menengah
PAI dan Budi Pekerti dikembangkan dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal keimanan dan ketakwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan
pendidikan ini kemudian dirumuskan secara khusus dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai berikut;
1.
menumbuhkembangkan aqidah
melalui pemberian, pembinaan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan,
pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam
sehingga menjadi muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada
Allah Swt; dan
2.
mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan
berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan,
rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin,
bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial
serta mengembangkan budaya agama dalam kehidupan sebagai warga masyarakat,
warga negara, dan warga dunia.
C.
Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
Kelas X-XII
|
· Al-Qu’an
Meyakini, membaca, menghafal, dan menganalisis ayat-ayat pilihan, menyajikan hubungan ayat-ayat tersebut
dengan kehidupan sehari-hari dan dapat berperilaku sesuai kandungan ayat.
|
·
Aqidah
Meyakini, mengamalkan, menganalisis makna
Iman kepada Allah, dan Malaikat Allah Swt.
Serta dapat menyajikan
hubunganya dengan kehidupan sehari-hari.
|
·
Akhlak
Meyakini, menganalisis ketentuan berpakaian sesuai syariat
Islam, manfaat kejujuran dan semangat keilmuan dan menyajikan keutamaannya, serta mengamalkan dlam kehidupan sehari-hari.
|
·
Fiqh
Meyakini, menganalisis, mendiskripsikan kedudukan al-Qur’an, hadis, dan ijtihad sebagai sumber
hukum Islam dan hikmah ibadah haji, zakat, wakaf serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hukum
Islam tersebut.
|
·
Sejarah Peradaban Islam
Meyakini, menganalisis substansi, strategi, dan penyebab
keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah dan Madinah, serta meneladaninya.
|
D.
Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diberikan sejak
SD sampai SMA/MA/SMK/MAK sebagai mata pelajaran, dan nilai-nilainya
terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diperkuat melalui pengkondisian
aktivitas berupainteraksi peserta didik baik di lingkungan
sekolah, keluarga, masyarakat, dan pergaulan dunia yang terintegrasi
dalam proses pembelajaran di kelas.
Kerangka pengembangan kurikulum
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada SMA/MA/SMK/MAK mengikuti elemen pengorganisasian Kompetensi Dasar yang mengacu pada Kompetensi Inti (KI) berikut ini.
KI
|
Kelas X
|
Kelas XI
|
Kelas XII
|
1
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya
|
2
|
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
|
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
|
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
|
3
|
Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
|
Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
|
Memahami, menerapkan, menganalisis dan
mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah
|
4
|
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan
|
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan
|
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta
dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan
kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan
|
Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA/ SMK/MAK meliputi:
1.
Al-Qur’an dan Hadis
2.
Keimanan
3.
Akhlak
4.
Fiqh
5.
Sejarah Peradaban Islam
Peta
Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA/ SMK/MAK meliputi:
Kelas X
|
Kelas XI
|
Kelas XII
|
· Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12Q.S. al-Isra’/17: 32, serta hadis tentang kontrol
diri (mujahadah an-nafs), prasangka
baik (husnuzzan), dan persaudaraan
(ukhuwah).
· Q.S. an-Nur/24:2, serta hadis
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina
|
·
Q.S. al-Maidah/5 : 48; Q.S.
an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at-Taubah/9 : 105 serta hadis tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan,
dan etos kerja,
·
Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5 : 32 serta hadis tentang toleransi, rukun, dan menghindarkan diri
dari tindak kekerasan.
|
·
Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159serta hadis tentang berpikir kritis dan bersikap
demokratis
·
Q.S. Luqman/31: 13-14 dan Q.S.
al-Baqarah/2: 83, serta hadis tentang kewajibanberibadah dan bersyukur kepada
Allah sertaberbuat baik kepada sesama manusia
|
·
Iman kepada Allah (penghayatan al-Asma’u al-Husnaal-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’,
al-‘Adl, dan al-Akhir), dan Iman kepada Malaikat Allah Swt.
|
·
Iman kepada Kitab Allah, dan Rasul Allah Swt.
|
·
Iman kepada hari akhir, qada dan qadar.
|
·
Berpakaian sesuai
syariat Islam, jujur dan semangat
keilmuan.
|
·
Syaja’ah, kejujuran, hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
|
·
Bekerja keras
dan bertanggung jawab.
|
·
Kedudukan al-Qur’an,
Hadis, dan ijtihad sebagai sumber
hukum Islam, haji, zakat, dan
wakaf.
|
·
Pengurusan jenazah,
khutbah, dakwah, tabligh, dan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
|
·
Pernikahan dalam Ilam dan pembagian waris.
|
·
Substansi dan strategi keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di
Makkah dan Madinah.
|
·
Substansi dan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan dan
perkembangan Islam pada masa modern.
|
·
Substansi dan perkembangan peradaban Islam di Indonesia dan peradaban Islam dunia
|
E.
Pembelajaran dan Penilaian
1. Pembelajaran
Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik (mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Di samping itu,
pembelajaran juga dapat dilakukan dengan
berbagai macam model dan pendekatan sesuai dengan karakteristik materi yang
dibelajarkan dan kompetensi yang akan dicapai.
Berikut ini dikemukakan beberapa contoh model
pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dalam pembelajaran al-Qur’an dapat digunakan metode Mencari
Pasangan (Make a Match) dalam
menentukan ayat dan terjemahannya. Dalam pembelajaran aqidah dapat digunakan
metode Penemuan (Inquiry) dalam
mencari bukti-bukti kekuasaan Allah Swt. Dalam pembelajaran akhlak dapat
digunakan metode Bermain Peran (role playing)
dalam mencontohkan perilaku terpuji. Dalam pembelajaran fiqh dapat digunakan
metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project
Based Learning) dalam menentukan dampak zakat terhadap peningkatan ekonomi
kaum dhuafa. Dalam pembelajaran Sejarah Peradaban Islam dapat digunakan metode Pembelajaran
Berbasisi Masalah (Problem Based Learning)
dalam meminimalisir dampak radikalisme. Contoh penggunaan model-model
pembelajaran tersebut tidak baku, tetapi harus disesuaikan dengan karakteristik
materi pembelajaran.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat
dilaksanakan dengan menggunakan berbagai metode dan strategi yang tepat dengan tetap
memperhatikan nilai-nilai agama. Dalam metode problem based learning misalnya, pendidik dapat menanamkan nilai-nilai kerjasama, gotong-royong, kerukunan dan demokrasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Small group discussion
(diskusi kelompok
kecil), pendidik dapat menanamkan nilai percaya diri dalam berpendapat,
bertanggung jawab, dan menghargai pendapat orang lain, tetapi tetap menjaga
nilai multikulturalisme dengan toleransi yang tinggi dalam hidup bermasyarakat
yang lebih luas. Dengan metode role playing (bermain peran) sebagai muzakki
(pemberi zakat) dan mustahiq (penerima zakat) dalam pembelajaran Fiqih tentang zakat, pendidik dapat menanamkan nilai-nilai kepedulian dan
empati kepada sesama,
persaudaraan, di samping ajaran tentang kerja keras dan cerdas untuk dapat
menjadi muzakkiserta penciptaan
ekonomi yang berkeadilan.
Selain itu, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat juga
dikemas melalui multimedia sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh: al-Qur’an,
aqidah, akhlak, fiqih dan sejarah peradaban Islam dapat dikemas sedemikian rupa
dalam web secara terpadu. Bahan-bahan materinya dapat berupa berbagai macam
media seperti bahan teks, gambar, suara, video, animasi, simulasi dan
sebagainya. Materi-materi tersebut dapat dipadukan ke dalam satu-dua media atau
semua media (multimedia).
Pengembangan materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat juga
dikemas secara interaktif dan menarik. Salah satu caranya adalah dengan
menintegrasikan berbagai macam media sehingga siswa dapat memilih apa yang akan
dikerjakan selanjutnya, bertanya, dan
mendapatkan jawaban melalui pemanfaatan komputer. Dengan demikian siswa
memiliki kebebasan belajar sesuai dengan keinginanya. Hal ini dimaksudkan agar
belajar menjadi tidak monoton, mengekang dan menegangkan.
Kebutuhan
peserta didik harus juga menjadi pertimbangan dalam pembelajaran. Pada umumnya
ada tiga tipe pembelajar, yaitu auditory, visual, dan kinestetik. Dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, pendidik dituntut untuk dapat mengakomodasi kebutuhan
peserta didik yang karakteristiknyaberagam. Dengan demikian, pendidik Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti telah mengimplementasikan ajaran Islam
tentang keadilan, berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial,
renponsif, dan nilai-nilai lain dalam ajaran Islam yang humanis.
2. Penilaian
Aspek yang dinilai pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti meliputi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri,
penilaian antar teman, dan jurnal catatan guru. Penilaian aspek pengetahuan
dilakukan melalaui tes tertulis, tes lisan, observasi terhadap diskusi, tanya
jawab dan percakapan, serta penugasan. Penilaian aspek keterampilan dilakukan
melalui unjuk kerja/praktik, projek, produk, dan portofolio.
Sebagai
ilustrasi, berikut ini dikemukakan beberapa contoh teknik penilaian. Dalam penilaian al-Qur’āndapatdigunakanteknik penilaian
praktik membaca al-Qur’ān, komponen
yang dinilai meliputi: cara membaca (pengucapan huruf, panjang pendek bacaan)
dan adab membaca. Dalam penilaian aqidah
dapatdigunakan teknik penilaian diri terhadap pengamalan keyakinan. Dalam
penilaian akhlak dapat digunakan teknik
penilaian observasi. Dalam penilaian fiqh dapatdigunakan teknik penilaian
praktik ibadah. Dalam penilaian sejarah peradaban Islam dapatdigunakan teknik
penilaian proyek.
F.
Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Peserta Didik
Indonesia sebagai
negara kesatuan yang terdiri atas berbagai suku bangsa, agama, budaya, ras, dan
kelas sosial merupakan kekayaan yang patut disyukuri dan dipelihara agar tetap
menjadi sumber kekuatan. Jika tidak disikapi dengan bijak, keberagaman itu
dapat menjadi sumber konflik. Oleh karena itu, berbagai kearifan lokal yang
telah mengakar di masyarakat harus dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam
yang humanis, toleran, demokratis,
multikultural, dan berwawasan
kebangsaan.
Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad
21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti
dalam Kurikulum 2013
juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber
belajar. Pemanfaatan TIK mendorong peserta didik dalam mengembangkan
kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti
buku teks yang tersedia dalam bentuk buku guru dan buku siswa. Sesuai dengan
Karakteristik Kurikulum 2013, buku teks bukan satu-satunya sumber belajar. Guru
dapat menggunakan buku pengayaan atau referensi lainnya dan mengembangkan bahan
ajar sendiri seperti LKS (Lembar Kerja Siswa). Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti, LKS
bukan hanya kumpulan soal.
0 Response to "SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMA/MA/SMK/MAK) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI"
Post a Comment